Skip to main content

Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat

dinas-perumahan-dan-permukiman-kabupaten-sumbawa-barat-collection
Packages: 4Created: 2 tahun yang lalu

No description

Jumlah Rumah Terkategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Menurut Kecamatan

* Konsep : Rumah Layak Huni, Tempat Tinggal * Kode SDSN : 10710076 * Definisi : Bagian dari total keluarga yang tinggal di rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan, dan kesehatan penghuninya. * Klasifikasi : Berdasarkan Kecamatan * Ukuran : Jumlah * Satuan : Unit * Dasar Hukum : -

Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat
3 minggu yang lalu
XLSX
Rekapitulasi Pembangunan Rumah Layak Huni Menurut Kecamatan dan Sumber Anggaran

* Konsep : Rumah Layak Huni * Kode SDSN : K01915 * Definisi : Rumah yang memenuhi persyaratan keselamatan bangunan dan kecukupan minimum luas bangunan serta kesehatan penghuninya. * Klasifikasi : Berdasarkan Kecamatan dan Sumber Anggaran * Ukuran : Jumlah * Satuan : Unit * Dasar Hukum : -

Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat
3 minggu yang lalu
XLSX
Rekapitulasi Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni Menurut Kecamatan dan Sumber Anggaran

* Konsep : Rumah Tidak Layak Huni * Kode SDSN : SD01057.00.00 * Definisi : Rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan, bangunan dan kecukupan minimum luas bangunan serta kesehatan penghuninya Derajat kelayakan rumah tempat tinggal diukur dari dua aspek yaitu (1) kualitas fisik rumah dan (2) kualitas fasilitas rumah. Kualitas fisik rumah tempat tinggal diukur dengan 3 variabel, yaitu : jenis atap terluas, jenis dinding terluas dan jenis lantai terluas; sedangkan kualitas fasilitas rumah diukur dengan tiga variabel, yaitu: luas lantai per kapita, sumber penerangan dan ketersediaan fasilitas tempat buang air besar (WC). Terdapat 7 (tujuh) indikator penyusun rumah tidak layak yaitu: 1. Sufficient living area Rumah tangga dikategorikan memenuhi salah satu indikator penyusun rumah tidak layak huni apabila luas lantai per kapita kurang dari 7,2 m2 karena tidak memenuhi sufficient living area atau kecukupan luas lantai hunian. 2. Jenis bahan bangunan utama atap rumah terluas Rumah tangga dikategorikan memenuhi salah satu indikator penyusun rumah tidak layak huni apabila jenis bahan bangunan utama atap rumah terluas adalah jerami/ijuk/daun-daunan/rumbia atau lainnya. 3. Jenis bahan bangunan utama dinding rumah terluas Rumah tangga dikategorikan memenuhi salah satu indikator penyusun rumah tidak layak huni apabila jenis bahan bangunan utama dinding rumah terluas adalah bambu atau lainnya. 4. Jenis bahan bangunan utama lantai rumah terluas Rumah tangga dikategorikan memenuhi salah satu indikator penyusun rumah tidak layak huni apabila jenis bahan bangunan utama lantai rumah terluas adalah tanah atau lainnya. 5. Kepemikan akses terhadap layanan sanitasi layak Rumah tangga dikategorikan memenuhi salah satu indikator penyusun rumah tidak layak huni apabila tidak memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak. 6. Kepemilikan akses terhadap sumber air minum layak Rumah tangga dikategorikan memenuhi salah satu indikator penyusun rumah tidak layak huni apabila tidak memiliki akses terhadap sumber air minum layak. 7. Sumber utama penerangan Rumah tangga dikategorikan memenuhi salah satu indikator penyusun rumah tidak layak huni apabila sumber utama penerangan rumah tangga adalah non listrik. Dari 7 (tujuh) indikator penyusun rumah tidak layak huni, rumah tangga dikategorikan menempati rumah tidak layak huni apabila memenuhi 3 (tiga) atau lebih indikator penyusun. * Klasifikasi : Berdasarkan Kecamatan * Ukuran : Jumlah * Satuan : Unit * Dasar Hukum : -

Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat
6 bulan yang lalu
XLSX
Jumlah Pembangunan Prasarana, Sarana Dan Utilitas Menurut Kecamatan

* Konsep : Rumah Layak Huni * Kode SDSN : SD01047.02.02 * Definisi : Rumah layak huni apabila memenuhi 4 (empat) kriteria, yaitu: 1) kecukupan luas tempat tinggal minimal 7,2 m2 per kapita (sufficient living space) 2) memiliki akses terhadap air minum layak 3) memiliki akses terhadap sanitasi layak 4. ketahanan bangunan (durable housing), yaitu atap terluas berupa beton/ genteng/ seng/ kayu/sirap; dinding terluas berupa tembok/ plesteran anyaman bambu/kawat/ kayu/papan/ batang kayu; dan lantai terluas berupa marmer/ granit/ keramik/ parket/vinil/karpet/ ubin/tegel/teraso/ kayu/papan/ semen/bata merah. * Klasifikasi : Berdasarkan Kecamatan * Ukuran : Jumlah * Satuan : Unit * Dasar Hukum : -

Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sumbawa Barat
10 bulan yang lalu
XLSX